Home / Harga Mata Uang Asing / Dolar Masih Terpuruk

Dolar Masih Terpuruk

Pada saat ini dollar masih melanjutkan pelemahannya dikarenakan adanya data ekonomi AS yang saat ini mengalami penurunan, sehingga para pelaku pasar kembali melakukan spekulasi bahwa The Fed nampaknya tidak akan tergesa-gesa untuk menaikkan suku bunga. Pada indeks port Dollar Bloomberg yang terjadi pada 5 hari terakhir akhirnya anjlok untuk yang pertama kalinya setelah adanya laporan data pekerjaan yang terjadi dari pihak swasta dan juga adanya indeks manufaktur yang telah menunjukkan penurunan dari yang sudah diprediksikan sebelumnya. Hal ini terjadi saat laporan data nonfarm payroll Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis pada tanggal 3 April esok hari.

Anjloknya Indeks Dollar

Indeks dollar Spot Bloomberg anjlok sebesar 0.2% menuju level 1,198.19 pada jam 5 sore ini di waktu New York. Pada Bulan Maret kemarin indeks acuan tersebut bisa mengalami gain pada kenaikan bulan ke-9 yang juga menjadi kenaikan paling lama beruntun dari tahun 2004 kemarin. Dollar AS sendiri saat ini sudah kembali turun sebesar 0.3% ke angka $1.0763 per euro nya setelah pada 16 Maret kemarin mencapai angka $1.0458 yang juga mencatatkan level paling tinggi dari bulan Januari tahun 2003 lalu.

Lalu pada mata uang Jepang Yen sendiri saat ini sudah mencapai gain pertama kali sejak 3 hari terakhir terhadap dollar dengan kenaikan sebesar 0.3% ke angka 119,76%. Namun dollar terhadap Euro sendiri hanya mengalami perubahan sedikit sebesar 128.89. Pelemahan dolar ini sendiri dikarenakan para pelaku pasar melakukan spekulasi dikarenakan pihak The Fed sendiri yang diperkirakan tidak akan terburu buru menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

About Safri Manurung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*